Our Earth

Natural Desease
Potensi Natural Disease
Banyak sekali potensi-potensi bencana alam di Indonesia, seperti longsor, banjir, gempa dan tsunami. Bencana – bencana tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh alam seperti pergerakan lempeng, tetapi pemicu utama dari bencana-bencana tersebut adalah tingkah laku manusia yang tidak “bersahabat” (memperhatikan) alam.
Perubahan iklim dan cuaca serta daya tampung air memengaruhi bencana alam secara langsung. Kurangnya resapan air diakibatkan lahan hijau atau ruang terbuka hijau (RTH) semakin sempit. Kurangnya resapan air menyebabkan banjir dan longsor.
Iklim dan cuaca memengaruhi pergerakan angin dan air, sehingga dapat menyebabkan badai dan tsunami. Indonesia berada di wilayah Lintang 0o sehingga tidak terkena badai karen badai disebabkan oleh adanya gaya Coriolis. Namun gaya Coriolis tidak berada pada Lintang 0o. Angin besar yang berpotensi terjadi di Indonesia adalah topan.
Tsunami juga dapat disebabkan oleh pergerakan lempeng. Selain tsunami, pergerakan lempeng juga mengakibatkan gempa dan gunung meletus.
Di Indonesia bisa dikatakan sangat potensial untuk terjadi gempa dan gunug meletus karena Indonesia berada pada jalur pertemuan 3 lempang dan jalur Ring of fire (mulai dari sumatra, melewati selat sunda lalu kemudian mengarah ke Sulawesi).
Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung berapi.

Efek Positif Semburan Larva

Gunung berapi memberikan efek positif pada tanah-tanah disekitarnya, yakni berupa unsur hara yang melimpah. Tetapi juka gunung tersebut meletus kembali, crops atau tanaman pertanian yang berada disekitarnya akan hancur bila terkena letusannya. Bahan organik adalah “nyawa” bagi tanah, karena semua masalah tanah dapat diobati dengan bahan organik, tentu saja tanah tersebut juga harus diberi perlakuan lain.

Tangan-tangan Tak Bertanggung Jawab

Motif ekonomi adalah salah satu pemicu manusia untuk menggunakan banyak SDA untuk bahan baku produksinya. Alasan lainnya adalah untuk memenuhi keinginan (baca : kepuasan) manusia, sehingga hampir seluruh faktor produksi yang ada di bumi tercinta habis, khususnya untuk faktor produksi yang tak dapat diperbaharui (non-renewable). Padahal, manusia tidak akan pernah merasa puas.
Faktor produksi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Renewable, non renewable dan potentially renewable. Matahari adalah salah satu sumber daya yang renewable. Energi matahari taka akan pernah habis. Contoh bahan baku non-renewable adalah barang-barang tambang. Air dan hutan (tanaman) adalah contoh dari bahan baku potentially renewable.