Goresan Kata

Sebelum memulai bisnis, kita harus memilki perhitungan yang matang dengan jenis atau bentuk usaha yang akan kita jalankan serta produk apa saja yang akan kita tawarkan serta perhitungan mengenai kendala atau hambatan yang akan menghadang usaha kita seperti menyiasati fluktuasi harga yang melanda bahan baku produksi kita, sehingga usaha yang kita jalankan berjalan lebih lancar dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi juga sedikit. Dengan begitu, waktu yang kita miliki menjadi lebih efisien.
Jika kita belum mengetahui atau masih ragu akan jenis usaha serta produk yang akan kita jual, sebaiknya kita melihat ceruk pasar atau celah pasar yang kosong. Selain dengan melihat ceruk pasar, kita bisa memulai usaha dengan menjual produk yang kita suka maupun produk yang inovatif.
Selain melihat dari ceruk pasar, kita dapat menjual barang-barang yang kita suka. Lihatlah dan perhatikan jenis atau bentuk usaha yang ada di sekeliling kita beserta beragam produk yang di jual. Setiap hal disekitar kita dapat berpengaruh positif maupun negatif terhadap usaha kita, hal itu bergantung dengan cara kita dalam menyikapi hal tersebut.
Jika produk yang akan kita jual memiliki banyak saingan, perhatikan dan bandingkan dengan seksama antara 2 wirausaha yang menjual produk tersebut. Perhatikan secara keseluruhan, baik penataan, pelayanan maupun cara kerja. Cari tahu apa yang menjadi keunggulan mereka. Lalu, “tiru” mereka dan tambahkan beberapa point yang menurut Anda bisa memberi nilai plus bagi usaha Anda, seperti : harga lebih murah, tempat lebih menyenangkan, sarana dan service pendukung lebih lengkap, SPG yang lebih sopan dan ramah ataupun hal-hal lain yang dapat memberi nilai lebih dibanding pesaing Anda.
Jika kita ingin membuka usaha makanan berkelas hotel dengan harga premium, kita bisa membuat inovasi dalam berbagai hal, yaitu dalam hal ukuran makanan, pengemasan, rasa, dan harga.
Dari segi ukuran, kita dapat membuat makanan ringan ala restoran hotel dengan bentuk yang lebih kecil ataupun dengan cara dibentuk menyerupai bangunan atau hewan. Dalam hal pengemasan, kita bisa menggunakan alumunium sebagai pembungkusnya. Dalam hal rasa, kita bisa melakukan inovasi dari cara memasak makanan tersebut.
Jadikanlah prinsip gergaji sebagai prinsip kita dalam bekerja. Kita harus mengistirahatkan diri dan mengasah diri dengan bakat, sehingga otak semakin terlatih untuk berpikir cepat, kritis, inovatif dan segenap potensi diri dapat termanfaatkan secara optimal.
Keterampilan dalam mengorganisasikan pekerjaan dan orang-orang yang bekerja pada kita memiliki pengaruh sangat besar dalam mencapai tujuan. Kita harus objektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu dan juga dalam memilih partner. Partner yang kita pilih bukan dilihat dari kedekatan dirinya dengan kita, melainkan dilihat dari karakternya, seperti dalam hal kejujuran, kemampuan kerjasama, komitmen serta tanggung jawab yang ia miliki.
Selain itu, janganlah membuang-buang waktu, seperti memikirkan apa yang akan kita lakukan jika kita sudah sukses atau memiliki keuntungan yang sangat banyak. Hal itu hanya akan membuat kita bermalas-malasan karena kita sudah terjebak dengan mimpi-mimpi yang ingin kita raih. Dengan demikian, usaha yang kita geluti dapat berjalan lancar dan efisien.
Jumlah rekanan atau ukuran jaringan sosial yang kita miliki juga memengaruhi efisiensi dari usaha kita. Jaringan sosial yang luas membantu kita dalam menyosialisasikan produk yang kita jual ke berbagai wilayah, sehingga konsumen kita bisa bertambah.
Jika kita berusaha hanya untuk mencari laba, yang akan terus berputar di dalam pikiran kita adalah “bagaimana caranya mencari untung sebanyak-banyaknya.” Berbeda halnya jika kita berpikir bahwa berdagang tidak hanya mengenai laba tetapi juga merupakan salah satu sarana untuk saling berbagi, saling memberi, ataupun sebagai salah satu sarana dalam beribadah, maka jangan lupa untuk berdo’a dan bersedekah sebagai wujud rasa syukur kita.