Konsep Megapolitan
Megapolitan merupakan sebuah konsep jaringan antara kota besar (metropolitan) dengan kota-kota kecil.
Ciri-cirinya adalah antar kota memiliki kesatuan karakter dengan fungsi yang kompleks. Secara garis besar, metropolitan adalah kota besar yang dipengaruhi kota-kota di sekitarnya.
Megapolitan Indonesia : Jabodetabekjur, yaitu Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur.
Tanggerang dijuluki sebagai Kota Seribu Industri.
Bogor-Cianjur in the Future
Menurut berbagai sumber, kedepannya nanti Bogor dan Cianjur akan dijadikan wilayah konservasi. Jadi, tidak sepenuhnya dipenuhi dengan industri. Potensi yang dimiliki Kota Bogor sebagai tempat wisata dan konservasi adalah Kebun Raya Bogor (KRB) dan Gunung seperti Gunung Salak dan potensi yang dimiliki Cianjur berupa sungai dan perkebunan seperti kebun teh.
Stonehenge
Stonehenge
Ketika kita melihat stonehenge mungkin banyak sekali pertanyaan yang menumpuk dalam benak kita, seperti :
“kenapa stonehenge yang hanya terdiri dari bebatuan bisa termasuk
dalam salah satu tempat wisata ?”
“apa sebenarnya fungsi dari dibentuknya stonehenge ?”
“Apa pola yang dibentuk dari stonehenge (dalam sudut pandang pola lanskap) ?”
“Apakah elemen pembentuknya hanya batu ?”
Stonehenge memang hanya terdiri dari bebatuan. Tempat ini dikatakan bersejarah karena merupakan salah satu mahakarya (master piace) yang indah dan agung di zamannya, yakni zaman batu. Oleh sebab itu, tempat ini patut dilestarikan dan dapat dijadikan tempat wiasata yang sangat mnarik di zaman modern ini.
Tidak hanya sebagai tempet wisata, stonehenge juga dapat dijadikan sebagai pusat studi mengenai pola hidup, sistem kepercayaan dan pemikiran-pemikiran masyarakat terdahulu.
Para arkeolog dan peneliti-peneliti lainnya memeberikan beberapa gambaran atau pendapat yang berbeda mengenai fungsi dari stonehenge.
1. Tempat Ritual
Ada yang berpendapat bahwa stonehenge dibangun untuk dijadikan sebagai tempat ritual.
2. Pesta Rakyat
Ada pula yang berpendapat bahwa stonehenge dijadikan sebagai tempat untuk melakukan pesta rakyat
3. Observatori
Pendapat ini adalah pendapat yang paling banyak dikemukakan oleh para peneliti. Mereka beranggapan bahwa bentuk stonehenge yang melingkar dibuat untuk menentukan arah mata hari dan bulan. Karena menurut penelitian mengenai kepercayaan masyarakat setempat pada zaman kuno : masyarakat tersebut masih memegang kepercayaan animisme. Tinggi rendahnya tumpukkan batu dipengaruhi oleh pergerakan matahari dan bulan.
4. Penyembuhan
Pola yang terbebtuk dalam sudut pandang landskap adalah pola organi, bergantung pada alam (mengikuti bentukan alam sekitarnya). Elemen lanskapya berupa batu dengan tinggi gundukan batu mencapai 10 m.
The Landscape Quality
KONSEP PERGERAKAN (MOTION)
Hal-hal yang memengaruhi konsep pergerakan dalam ilmu Lanskap :
• Jarak, wilayah, ruang
• Perencanaan
CIRI-CIRI TAPAK DI KOTA
1. Lahan sangat ekonomis: pemanfaatan lahan haruslah maksimal.
2. Ruang terbatas: multiple use dan permainan volume.
3. Lingkungan kota mencerminkan suasana penuh tekanan: diperlukan suasana pelepasan dari tekanan.
4. Jalur jalan dan jalur pejalan kaki (pedestrian walk) merupakan koridor utama untuk jalur pendekatan, observasi dan akses.
5. Jalan kota sumber kebisingan, polusi udara dan bahaya-bahaya: jalan dilengkapi dengan penangkal gangguan dan meningkatkan privasi.
6. Elemen alami sangat langka: penggunaan elemen maksimal, disain dengan orientasi ke elemen tersebut.